Perkembangan teknologi telah mempengaruhi perubahan bentuk folklor, khususnya pada masyarakat perkotaan yang lekat dengan akses media digital. Penyebarluasan informasi melalui Online ikut membentuk batas "folk" yaitu kolektif yang memiliki keterikatan material budaya "folk".
Setiap orang juga memiliki kebebasan untuk menyatakan pendapatnya, tak terkecuali dalam platform bebas seperti media sosial. Maka itu, istilah-istilah gaul seperti jamet ini pun bisa muncul.
melahirkan julukan dan cemoohan yang biasanya bersifat halus dan kadang tidak langsung sehingga publik sering tidak merasa ada masalah.
Data-details tadi memberikan jawaban terhadap pertanyaan “Siapa yang mengelompokkan dan memberi julukan terhadap identitas budaya muda di media sosial?”
Hal ini sesuai dengan argumen Nakamura, mereka yang tidak memiliki akses di World wide web adalah kelompok yang sama yang terpinggirkan di dunia nyata.
Jamet adalah salah satu penggemar dari celana jenis celana pensil. Di setiap movie yang diunggahnya, mereka selalu mengenakan celana pensil.
untuk berkegiatan seni yang butuh waktu lama dan penghayatan. Kondisi ini menjadi ciri dari folklor urban, sebagaimana yang disebutkan oleh Dundes dan Pagter (1987) sebagai respons kepedihan atas kehidupan perkotaan (
Celana yang mereka pakai yaitu celana jeans pensil ketat yang mereka linting sampai betis. Pada bagian bawah, alas kaki mereka memakai sandal jepit, dan sering nyeker saat menari. Untuk urusan kendaraan, mereka gemar memakai motor yang di modif thai glimpse
Saya nggak berusaha menghakimi orang-orang yang sedang berbahagia dengan guyonan jamet nih, ngomong-ngomong. Ketidaktahuan masyarakat memang terkadang membuat hidup lebih ringan. Tapi ketidakpedulian akan rasisme dan labelling ini bakal lebih bahaya lagi.
Pilihan gaya hidup, selera musik, atau click here baju tersebut sebetulnya adalah ekspresi anak muda yang disebut oleh sosiolog Talcott Parsons sebagai youth society
Kami berbincang seputar proses kreatif sosok fenomenal yang berhasil mengguncang dunia jamet kuproy lewat dentum funkot bertensi tinggi racikannya. Berikut petikan obrolan kami selama nongkrong semalaman:
Namun, istilah yang mengganggu ini jadi semakin mengganggu ketika sekarang disematkan dengan akronim lain: kuproy alias kuli proyek.
Sebagai contoh, pada sebutan "anak skena" dan "jamet kuproy" ada stereotip yang merujuk pada pilihan gaya busana Road model
Saya nggak munafik, saya juga ikut tertawa melihat pemuda dengan potongan rambut mirip Sasuke, bertelanjang dada, disebut-sebut sebagai jamet padahal lagu iringan mereka aja dari Sumatera Barat.